1. DASAR HUKUM
Permenkes Nomor 29 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Kanker Payudara Dan Kanker Lemer Rahim
2. PERMASALAHAN
Makro
Kanker leher rahim menempati urutan ke 2 pada wanita. Hampir semua kanker leher rahim (99,7% ) secara langsung berkaitan dengan infeksi sebelumnya dari virus HPV. Infeksi HPV sering tidak menimbulkan gejala, tanda - tanda infeksi, yang paling umum adalah bintik- bintik kecil merah muda yang muncul di sekitar kelamin dan terasa gatal atau panas. Setelah seseorang wanita terinfeksi HPV infeksi bisa stabil lokal, bisa membaik secara spontan atau jika leher rahim terkena bisa berkembang menjadi lesi derajat rendah, displasia awal dan akan berkembang menjadi pra kanker leher rahim. Perubahan pra kanker ini diamati sering kali terjadi pada wanita usia 30-40 tahun dan lesi prakanker bisa berkembang menjadi kanker ganas setelah kurun waktu 10-20 tahun atau bisa secara singkat.
Mikro
Pencapaian skrining kesehatan untuk wanita usia subur yang ditargetkan 100% tecapai hanya 1,86% di tahun 2022, 1,1% di tahun 2023 dan 13,38% di tahun 2024.
Hal tersebut di sebabkan antara lain:
1. sasaran waktu pelaksanaan kegiatan sasaran tidak datang karena sasaran bekerja.
2. Masih banyak wanita yang merasa malu untuk di periksa IVA karena pemeriksaan memakai alat speculum dan pemeriksaan dalam.
3. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan IVA.
4. Masyarakat jarang yang periksa IVA ke puskesmas di karenakan jarak ke puskesmas yang jauh
3. ISU STRATEGI
1. GLOBAL
Badan kesehatan dunia (WHO) menyatakan, saat ini penyakit kanker payudara peringkat teratas di antara berbagai jenis kanker yang meyebabkan kematian pada perempuan di dunia. Penyakit jinak payudara juga sering terjadi pada wanita dan menimbulkan kekhawatiran yang sangat besar, karena variasi dalam jaringan payudara yang terjadi selama siklus menstruasi, kehamilan dan menopause, maka perubahan normal harus di bedakan dari perubahan yang menunjukkan penyakit. Kebanyakan wanita memperhatikan peningkatan nyeri tekan dan gumpalan sebelum periode menstruasi. Karenanya pemeriksaan payudara sendiri (sadari) sangat di sarankan setelah menstruasi (hari ke 1 - hari ke 10) dengan menghitung hari pertama menstruasi sebagai hari pertama.
2. NASIONAL
Kanker leher rahim menempati urutan ke 2 pada wanita. Hampir semua kanker leher rahim (99,7% ) secara langsung berkaitan dengan infeksi sebelumnya dari virus HPV. Infeksi HPV sering tidak menimbulkan gejala, tanda - tanda infeksi, yang paling umum adalah bintik- bintik kecil merah muda yang muncul di sekitar kelamin dan terasa gatal atau panas. Setelah seseorang wanita terinfeksi HPV infeksi bisa stabil lokal, bisa membaik secara spontan atau jika leher rahim terkena bisa berkembang menjadi lesi derajat rendah, displasia awal dan akan berkembang menjadi pra kanker leher rahim. Perubahan pra kanker ini diamati sering kali terjadi pada wanita usia 30-40 tahun dan lesi prakanker bisa berkembang menjadi kanker ganas setelah kurun waktu 10-20 tahun atau bisa secara singkat.
3. LOKAL
1. Masih banyak wanita yang merasa malu untuk di periksa IVA karena pemeriksaan memakai alat speculum dan pemeriksaan dalam.
2. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan IVA.
3. Masyarakat jarang yang periksa IVA ke puskesmas di karenakan jarak ke puskesmas yang jauh
Sehingga Muncul inovasi PERAWAN TING-TING di puskesmas Brangsong II.
4. METODE PEMBAHARUAN
1. KONDISI SEBELUM ADANYA INOVASI
Di puskemas Brangsong II Skrining kesehatan untuk wanita usia subur yang mengikuti pemeriksaan IVA ditargetkan 100% tecapai hanya 1,86% di tahun 2022, 1,1% di tahun 2023.
2. KONDISI SETELAH ADANYA INOVASI
Di puskemas Brangsong II Skrining kesehatan untuk wanita usia subur yang mengikuti pemeriksaan IVA ditargetkan 100% tecapai sebanyak 13,38% di tahun 2024.
3. KEUNGGULAN / KEBAHARUAN
Keunggulan kebaharuan ini adalah:
1. Mendekatkan pelayanan ke masyarakat
2. Memudahkan pasien untuk mendapatkan layanan pemeriksaan IVA
3. Akses pelayanan pasien lebih cepat
4. antrian pasien lebih cepat dan tidak bergabung dengan pasien yang lainnya
4. CARA KERJA INOVASI
1. Persiapan sebelum pelaksanaan iva mobile
a. Petugas Membuat Jadwal Pelayanan
b. Petugas Mengajukan Anggaran Dari Bok
c. Petugas Menghubungi Bidan Desa Dan Kader
d. Petugas Membuat Undangan Pemberitahuan Pemeriksaan Ke Desa
2. Persiapan sebelum pemeriksaan
a. Memastikan alat dan seluruh instrument yang diperlukan sudah tersedia
b. Klien diminta untuk mengosongkan kandung kemih dan membilas daerah genitalia
c. Klien diminta untuk menanggalkan pakaiannya dari pinggang hingga lutut dan menggunakan selimut yang sudah disediakan
d. Klien diposisikan dalam posisi litotomi
e. Tutup area pinggang hingga lutut klien dengan kain
f. Cuci tangan dengan air dan sabun,keringkan,kemudian palapasi perut
g. Gunakan Sarung tangan
3. Prosedur pemeriksaan IVA
a. Memberikan konseling tentang pemeriksaan IVA
b. Memposisikan pasien dengan posisi litotomi
c. Bersihkan genetalia eksterna dengan air DTT
d. Inspeksi dan Palpasi genetalia eksterna
e. Aplikasikan gel pada speculum (dianjurkan) kemudian masukkan speculum
f. Tampakkan serviks hingga jelas terlihat
g. Bersihkan serviks dari cairan, darah dan secret dengan kapas lidi bersih
h. periksa serviks Terdapat kecurigaan kanker atau tidak :
- Jika ya,klien dirujuk, pemeriksaan tidak dilanjutkan
- Jika tidak, lakukan IVA dengan mengoleskan kapas lidi yang sudah dicelupkan ke dalam asam asetat 3-5 % ke seluruh permukaan serviks
i. Tunggu hasil IVA selama 1 menit,perhatikan apakah ada bercak putih atau tidak:
- Jika tidak (IVA negative), jelaskan kepada klien kapan harus kembali untuk mengulangi pemeriksaan IVA
- Jika ada (IVA positif), tentukan apakah lesi tersebut dapat dilakukan krioterapi atau tidak.
j. Keluarkan speculum
k. Memposisikan pasien untuk turun dari tempat tidur dan mempersilahkan ke toilet
l. Memberitahu hasil pemeriksaan
5. TUJUAN
A. TUJUAN UMUM :
Untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas dari penyakit dengan pengobatan dini terhadap kanke servic dan kanker payudara.
B. TUJUAN KHUSUS
- Sebagai penjaringan, kewaspadaan dan deteksi dini terhadap penyakit kanker leher Rahim dan kanker payudara pada wanita warga di wilayah Puskesmas Brangsong II.
- Untuk mengetahui kelainan yang terjadi pada leher rahim pada wanita warga di wilayah Puskesmas Brangsong II.
6. MANFAAT
Manfaat dari inovasi PERAWAT ting-ting adalah:
1. Mendekatkan pelayanan ke masyarakat
2. Memudahkan pasien untuk mendapatkan layanan pemeriksaan IVA
3. Akses pelayanan pasien lebih cepat
4. antrian pasien lebih cepat dan tidak bergabung dengan pasien yang lainnya.