Loading...
Lihat Inovasi Lain


DAUN KELOR UNTUK MENCEGAH PENDERITA ANEMIA

PUSKESMAS NGAMPEL

Berdasarkaan hasil penjaringan dan skrining ibu hamil resiko tinggi (resti) di wilayah Puskesmas Ngampel Tahun 2023 ditemukan dari 151 ibu hamil yang diperiksa Hb ada 58 ibu hamil yang mengalami anemia dengan prevalensi 38,4%. Target Indikator Bidang Kesga Gizi Kabupaten Kendal Tahun 2023 mengenai Persentase Ibu Hamil Anemia adalah ?5%. Daun kelor merupakan super food yang kaya nutrisi, tinggi kandungan zat besi (Fe) dalam 100 gram mengandung 7 mg zat besi (Fe) dan 25 kali lebih banyak zat besi dari pada bayam. ‘ Anemia pada masa kehamilan dapat meningkatkan risiko kematian janin selama periode prenatal, bayi lahir sebelum waktunya, risiko perdarahan postpartum, hipertensi dan gagal jantung saat kehamilan, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40% kematian ibu disebabkan perdarahan saat melahirkan dan diperkirakan 20% oleh rendahnya kadar hemoglobin (anemia gizi) selama kehamilan. Anemia gizi dapat disebabkan oleh defisiensi zat besi, asam folat, vitamin B12 dan vitamin A. Anemia gizi dalam kehamilan 75% disebabkan oleh defisiensi besi. Anemia defisiensi zat besi sering terjadi karena terdapat peningkatan kebutuhan zat besi dua kali lipat pada ibu hamil akibat peningkatan volume darah tanpa ekspansi plasma volume untuk memenuhi kebutuhan ibu dan pertumbuhan janin. Menurut World Health Organization (WHO) menargetkan penurunan prevalensi anemia pada ibu hamil sebesar 50% pada tahun 2025 (WHO, 2014), hal ini dikarenakan sejak tahun 2014-2016 prevalensi anemia pada ibu hamil selalu mengalami peningkatan ± mencapai 12%, sedangkan menurut Riskesdas 2018 menunjukkan persentase anemia pada ibu hamil khususnya pada TM III mencapai 34%, berbeda dengan tahun 2017 hanya mencapai 29,7% dan tahun 2016 mencapai 27,1% (Riskedas, 2018). Daun kelor dikenal di berbagai daerah di Indonesia dengan nama yang berbeda seperti Kelor (Jawa, Sunda, Bali, Lampung), Maronggih (Madura), Moltong (Flores), Keloro (Bugis), Ongge (Bima), dan Hau fo (Timur), Remungai (Bengkulu). Kelor termasuk ke dalam famili Moringaceae yang memiliki daun berbentuk bulat telur dengan ukuran kecil-kecil bersusun majemuk dalam satu tangkai (Hayani, 2020). Komposisi (kandungan) gizi per 100 gram "daun kelor, segar", dengan BDD (Berat Dapat Dimakan) = 65%. (KZGMI - TKPI Kemenkes, 2019). Berdasarkan latar belakang diatas, maka tercetus gagasan pembuatan inovasi yaitu Daku Ceria (Daun Kelor Untuk Mencegah Penderita Anemia) yang diharapkan dapat menurunkan persentase anemia pada ibu hamil dengan meningkatkan pengetahuan ibu hamil melalui edukasi manfaat dan variasi makanan yang dapat diolah dengan daun kelor.
Menurunkan persentase anemia pada Ibu Hamil di wilayah Puskesmas Ngampel
a. Meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai manfaat daun kelor. b. Meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai variasi menu makanan dengan daun kelor. c. Meningkatkan koordinasi dengan lintas program dalam menurunkan anemia pada ibu hamil
Berhasil Menurunkan Angka Penderita penyakit Anemia pada ibu Hamil