Loading...
Lihat Inovasi Lain


GEMBIRA (Gerakan Mobile Iva dan Payudara)

PUSKESMAS WELERI 02

1. Dasar Hukum a. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah b. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi c. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2019 tentang Badan Riset dan Inovasi Nasional d. Permenkes No 29 Tahun 2017 tentang penanggulangan kanker payudara dan kanker serviks 2. Permasalahan a. Permasalahan Makro Kanker serviks merupakan kanker kedua yang paling umum terjadi pada perempuan di Indonesia. Namun, 70% perempuan terdiagnosis kanker serviks sudah memasuki stadium lanjut. Padahal, pengobatan pada stadium ini menjadi kurang efektif. Akibatnya, 50% perempuan yang terdiagnosis kanker serviks meninggal dunia karena penyakit tersebut. Selanjutnya, Kementerian Kesehatan mengembangkan Rencana Aksi Nasional (RAN) Pemberantasan Kanker Serviks untuk Indonesia (2023-2030). Visi masa depan rencana aksi ini, yakni membuat kanker serviks sebagai penyakit masa lalu, serta setiap perempuan pada semua demografi sosial ekonomi dapat hidup sehat dan bebas dari ancaman kanker serviks. Prioritas pada rencana aksi nasional adalah skrining kanker serviks, dengan target menskrining 75% dari seluruh perempuan berusia 30-69 tahun. Pencegahan kanker serviks dapat dilakukan dengan program deteksi dini (skrinning) dan pemberian vaksinasi. Adanya program deteksi dini di negara maju, angka kejadian kanker serviks dapat menurun (Rasjidi, 2009). Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan menurut Rasjidi (2009) antara lain dengan Pap Smear (mengambil lendir serviks untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium), kolposkopi (pemeriksaan yang dilakukan dengan menggunakan teropong), biopsy (pemeriksaan dengan mengambil sedikit jaringan serviks yang dicurigai), dan IVA Test (Inspeksi Visual Asam Asetat). Tes IVA adalah sebuah pemeriksaan skrinning pada kanker serviks dengan menggunakan asam asetat 3-5% pada inspekulo dan dapat dilihat dengan pengamatan secara langsung. b. Permasalahan Mikro a. Kasus kanker menunjukkan kenaikan dari tahun ke tahun. Kanker pada wanita ini sebagian besar adalah kanker payudara dan kanker leher rahim. Dua kanker pada wanita ini dapat dilakukan pengobatan dengan baik apabila diketahui sejak dini. Dengan pemeriksaan payudara sendiri maupun oleh tenaga kesehatan serta dilakukan pemeriksaan tes IVA maka akan terdeteksi apakah ada indikasi ke arah kanker atau tidak. Hal ini menunjukkan bahwa pemeriksaan payudara dan tes IVA secara dini sangat efektif untuk pencegahan kanker pada wanita. Rasa takut bila tahu penyakitnya atau malu karena harus diperiksa organ dalam wanita menyebabkan pemeriksaan dini dua kanker pada wanita ini belum optimal. Permasalahan yang terjadi di Puskesmas Weleri II sebagai berikut : - Hanya 22 wanita saja yang melakukan pemeriksaan tes IVA (1.6%) di tahun 2022 - Pemeriksaan tes IVA dan Sadanis pada tahun 2022 hanya dilakukan di Puskesmas induk - Jadwal yang kurang pasti serta informasi yang kurang meluas sangat mungkin menjadi sebab masyarakat enggan untuk melakukan pemeriksaan tes IVA maupun Sadanis - Puskesmas juga belum menggandeng PKK dan lintas sektor lain untuk bersama-sama mempromosikan pentingnya pemeriksaan tes IVA dan sadanis. 3. Isu Strategis Global WHO meluncurkan Strategi Global untuk Eliminasi Kanker Serviks yang menargetkan eliminasi kanker pada 2030. Strategi global memuat target 90-70-90, yakni 90% anak perempuan di bawah usia 15 tahun harus menerima vaksinasi HPV untuk mencegah terjadinya infeksi, 70% perempuan berusia 35 tahun dan 45 tahun harus diskrining menggunakan tes performa tinggi, dan 90% perempuan dengan lesi pra-kanker mendapatkan tata laksana sesuai standar. Nasional Pada tahun 2023 Indonesia telah menyusun Rencana Aksi Nasional (RAN) eliminasi kanker leher rahim. RAN ini terdiri atas empat pilar. Pilar 1 pemberian layanan berisi kegiatan vaksinasi, skrining dan tata laksana. Pilar 2 edukasi, pelatihan, dan penyuluhan berisi kegiatan penguatan tenaga kesehatan dan kesadaran masyarakat. Pilar 3 pendorong kemajuan berisi kegiatan monitoring, evaluasi, penelitian dan pendukung digital (digital enablers). Pilar 4 pengelolaan dan pengorganisasian berisi kegiatan tata kelola dan kebijakan, pembiayaan untuk eliminasi, kolaborasi dan kemitraan antar-sektor. Lokal Kurangnya informasi dan minat masyarakat terhadap pemeriksaan IVA dan Sadanis sehingga diharapkan Puskesmas mampu : - Memberikn edukasi tentang penyakit kanker serviks dan payudara - Memberikan pelayanan sesuai standart dalam skrinning untuk pencegahan 4. Metode Pembaharuan a. Kondisi sebelum adanya inovasi - Sebelum tahun 2023 di Puskesmas Weleri II belum pernah diadakan kegiatan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) di luar gedung. - Capaian IVA yang masih rendah 1,6% b. Kondisi setelah adanya inovasi - Masyarakat lebih tertarik untuk mengikuti pemeriksaan IVA - Masyarakat menjadi lebih perduli dengan kesehatannya dan antusias dengan program IVA dan banyak ibu-ibu yang melakukan pemeriksaan IVA - Capaian skrinning IVA dan Sadanis meningkat 5. Cara Kerja Inovasi - Melakukan penjadwalan untuk setiap desa yang ada di wilayah kerja puskesmas - Memberikan edukasiterhadap masyarakat tentang penyakit kanker serviks dan payudara - Memberikan edukasi tentang pentingnya deteksi dini/ skrinning terhadap penyakit tersebut - Petugas melakukan pemeriksaan di setiap desa per bulannya di Pos Pelayanan Kesehatan setempat sesuai jadwal yang ada 6. Tujuan Inovasi a. Meningkatkan cakupan pemeriksaan Iva dan Payudara pada wanita usia subur b. Mengurangi angka kesakitan dan kematian pada wanita usia subur karena kanker servix dan payudara c. Memudahkan akses masyarakat terhadap pelayanan pemeriksaan IVA 7. Manfaat Inovasi a. Capaian pemeriksaan IVA pada wanita usia subur meningkat b. Mengurangi angka kesakitan dan kematian pada wanita usia subur karena kanker servix dan payudara c. Akses pelayanan IVA mudah dan dekat
1. Meningkatkan cakupan pemeriksaan Iva dan Payudara pada wanita usia subur 2. Mengurangi angka kesakitan dan kematian pada wanita usia subur karena kanker servix dan payudara 3. Memudahkan akses masyarakat terhadap pelayanan pemeriksaan IVA
1. Capaian pemeriksaan IVA pada wanita usia subur meningkat 2. Mengurangi angka kesakitan dan kematian pada wanita usia subur karena kanker servix dan payudara 3. Akses pelayanan IVA mudah dan dekat
1. Capaian pemeriksaan IVA dan Sadanis sudah meningkat 2. Minat masyarakat untuk periksa meningkat 3. Masyarakat lebih perduli dengan kesehatannya