Loading...
Lihat Inovasi Lain


MANTEN KAJI (Pemantauan Hipertensi Dengan Kartu Ijo)

PUSKESMAS WELERI 01

RANCANG BANGUN MANTEN KAJI (Pemantauan Hipertensi dengan Kartu Ijo) A. DASAR HUKUM 1. Permenkes No.71 Tahun 2015 Tentang Penyakit Tidak Menular 2. Permenkes No.5 Tahun 2017 Tentang Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Penyakit Tidak Menular Tahun 2015-2019 3. Undang-Undang Kesehatan No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan B. PERMASALAHAN Hipertensi atau dikenal dengan penyakit tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit yang mampu menyebabkan kematian untuk anak-anak, orang dewasa maupun lanjut usia. Di Indonesia, hipertensi menjadi penyakit dengan urutan nomor tiga penyebab kematian (6,8%) setelah stroke (15,4%) dan tuberculosis (7,5%), sebesar 9,4% penderita hipertensi berhasil terdiagnosa oleh tenaga kesehatan sedangkan yang tidak terdiagnosa sekitar 63,2% (Hazwan & Pinatih, 2017). Provinsi Jawa Tengah yang menjadi penghubung antara Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur secara geografis tercatat bahwa provinsi ini terdiri dari 6 kota dan 29 kabupaten. Salah satu kabupatennya adalah Kabupaten Kendal. Di Kabupaten Kendal, penyakit hipertensi menduduki urutan no 2 (40.717 jiwa) setelah ISPA (154.880 jiwa) dengan prevalensi yang lebih tinggi pada kaum perempuan (37%) dibandingkan kaum laki-laki (28%) (Badan Pusat Statistik, 2014). Penyakit hipertensi atau dikenal dengan the silent killer adalah penyakit yang tidak menunjukan gejala apapun bagi penderitanya (Alfian et al., 2015). Hipertensi dapat didefinisikan sebagai peningkatan kronik pada tekanan darah, yang tekanan sistoliknya di atas 140 mmHg dan tekanan diastoliknya di atas 90 mmHg. Menurut WHO batas normal tekanan darah adalah 120-140 mmHg tekanan sistolik dan 80-90 mmHg tekanan diastolik.Seseorang dinyatakan mengidap hipertensi bila tekanan darahnya >140/90 mmHg. Seseorang yang hipertensi akan mengalami keluhan seperti sakit kepala, pandangan kabur, sering berkemih, dan terkadang terjadi pembengkakan akibat tekanan kapiler (Dwi Agung, 2015). Di Kabupaten Kendal, upaya meningkatkan pengendalian hipertensi menjadi salah satu fokus utama dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Dalam menghadapi tantangan hipertensi yang semakin meluas, sebuah inovasi yang dinamakan "Manten Kaji" diperkenalkan untuk menjawab kebutuhan pemantauan yang lebih efektif bagi penderita hipertensi. Inovasi ini menggabungkan teknologi modern dengan pendekatan berbasis kartu kontrol hipertensi, bertujuan untuk meningkatkan pengendalian dan pemantauan tekanan darah yang tidak terkontrol. Kartu Kontrol Hipertensi yang diperkenalkan dalam program ini berfungsi sebagai alat pemantauan mandiri bagi penderita hipertensi. Setiap pasien akan diberikan kartu yang memuat informasi penting seperti tanggal dan waktu pengukuran tekanan darah, hasil pengukuran, serta target tekanan darah yang harus dicapai. C. MANFAAT DAN TUJUAN Manfaat dan Tujuan dilakukan Pemantauan Hpertensi dengan Kartu Ijo di Puskesmas Weleri I 1. Meningkatkan capaian SPM hipertensi 2. Mengontrol penyakit tidak menular terutama kasus hipertensi di masyarakat 3. Meningkatkan cakupan skrining hipertensi 4. Meningkatkan kesadaran pasien hipertensi untuk berobat secara teratur 5. Untuk mengetahui keteraturan penderita dalam melakukan pengobatan 6. Mendorong masyarakat supaya mereka berperilaku hidup sehat. Karena mereka sangat awam terhadap upaya pencegahan. Program ini pun sejalan/menyambut program lain yg dicanangkan oleh pemerintah yaitu tentang Germas (gerakan masyarakat hidup sehat) 7. Menjalin kerjasama lintas sektor dalam pemberdayaan masyarakat D. KEBARUAN / NILAI TAMBAH Kebaruan dari inovasi Pemantauan Hipertensi dengan Kartu Ijo adalah mengontrol penyakit tidak menular terutama kasus hipertensi di masyarakat yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pasien hipertensi untuk berobat secara teratur dan mendorong masyarakat agar dapat berperilaku hidup sehat di wilayah kerja Puskesmas Weleri I. E. IMPLEMENTASI INOVASI Pelayanan yang diberikan dinilai sangat membantu dikarenakan bersifat mudah dan tidak berbayar. Adapun prosedur implementasi Pelayanan Pemantauan Hipertensi dengan Kartu Ijo sebagai berikut : a. Pasien datang ke Puskesmas mendaftar Ke Kluster 3 Poli dewasa atau lansia b. Pasien menunggu di panggil sesuai antrian untuk mendapatkan pemeriksaan c. Petugas melakukan pengecekan Tekanan darah pasien dan Jika tekanan darah pasien >140/90 mmHg pasien mendapatkan Kartu Kontrol Hipertensi berwarna Ijo d. Pasien di edukasi untuk kontrol secara rutin dan mnum obat teratur e. Pelayanan dilakukan setiap hari pada kluster 3 yaitu dewasa atau lansia F. SIGNIFIKASI Untuk mengukur dampak atau kebehasilan dari inovasi Pelayanan Pemantauan Hipertensi dengan Kartu Ijo , dapat dijelaskan sebagai dengan metode penghitungan dampak penanganan dilakukan perbandingan antara pasien yang mendapatkan pemantauan Hipertensi dengan Kartu Ijo baik yang dilakukan oleh petugas maupun mandiri oleh pasien yang terlayani. G. ADAPTABILITAS Inovasi Pelayanan Pemantauan Hipertensi dengan Kartu Ijo (MANTEN KAJI) dengan pemeriksaan tekanan darah yang dapat menurunkan kasus Hipertensi dinilai belum direplikasi, namun inovasi ini sangat mudah untuk dilakukan replikasi di daerah lain terutama di daerah yang berpotensi angka hipertensi tinggi karena dapat dilakukan oleh tenaga medis yang terlatih.
1. Meningkatkan capaian SPM hipertensi 2. Mengontrol penyakit tidak menular terutama kasus hipertensi di masyarakat
MANFAAT DAN TUJUAN Manfaat dan Tujuan dilakukan Pemantauan Hpertensi dengan Kartu Ijo di Puskesmas Weleri I 1. Meningkatkan capaian SPM hipertensi 2. Mengontrol penyakit tidak menular terutama kasus hipertensi di masyarakat 3. Meningkatkan cakupan skrining hipertensi 4. Meningkatkan kesadaran pasien hipertensi untuk berobat secara teratur 5. Untuk mengetahui keteraturan penderita dalam melakukan pengobatan 6. Mendorong masyarakat supaya mereka berperilaku hidup sehat. Karena mereka sangat awam terhadap upaya pencegahan. Program ini pun sejalan/menyambut program lain yg dicanangkan oleh pemerintah yaitu tentang Germas (gerakan masyarakat hidup sehat) 7. Menjalin kerjasama lintas sektor dalam pemberdayaan masyarakat
Pemantauan Manten Kaji dilakukan Setiap Hari mulai 07:30 - 12:00