Nama Inovasi adalah Bawal Gabus Keting (Bersama Kawal Gizi Kurang, Gizi Buruk dan Stunting). Bawal Gabus Keting merupakan nama group yang terdiri dari 66 kader gizi berasal dari setiap posyandu yang ada di wilayah kerja Puskesmas Kaliwungu Selatan dengan basic kegiatan berupa pemberdayaan masyarakat.
Inovasi ini berawal dari Januari 2023 sampai sekarang. Tugas bawal gabus keting adalah melaksanakan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan pada sasaran balita di tiap posyandunya masing-masing, kemudian melaporkan hasil kegiatan penimbangan dan pengukuran pada aplikasi online SIGIZI TERPADU / e-PPGBM (Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat). Hasil pelaporan akan di validasi dan di verifikasi oleh nutrisionis Puskesmas yang kemudian menjadi data dasar setiap bulannya yang akan ditindaklanjuti pada intervensi spesifik maupun intervensi sensitif.
Sebelum muncul inovasi ini, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan pada balita usia 0-59 bulan tidak akurat, karena pengumpulan data belum tersistem dengan baik di tiap posyandu. Setelah ada inovasi Bawal Gabus Keting ini, data balita dengan masalah gizi seperti : Weighfaltering (gagal tumbuh), underweight, Wasting dan stunting dapat terpantau dengan baik by name by adress setiap bulannya.
Setelah muncul inovasi ini, hasil pengukuran antropometri yang meliputi Berat Badan (BB), Tinggi Badan (TB) atau Panjang Badan (PB) serta Lingkar Kepala (LK) yang dilakukan di posyandu dapat secara online dan update dilaporkan setiap bulannya, sehingga awal bulan berikutmya laporan yang sudah di verifikasi oleh Nutrisionis dan diketahui oleh Kepala Puskesmas Kaliwungu Selatan ini dapat segera dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kendal dan Tim Percepatan Penurunan Stunting tingkat Kecamatan (TPPS).
Hasil laporan ini sebagai data dasar pelaksanaan intervensi oleh lintas sektor, seperti : DP2KBP2PA, Dinas Pertanian dan ketahanan Pangan serta Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) tiap Desa dan Kader Kesehatan.