1. Pembentukan forum Community Based Tourism.
Pembentukan forum Community Based Tourism terinspirasi dari pelaksanaan Community Based Tourism yang pertama kali dipopulerkan di Amerika pada awal tahun 1970an, kemudian mulai dikembangkan di beberapa negara termasuk di Indonesia. Pada proyek perubahan ini, Community Based Tourism yang dibentuk merupakan media sinergi dan kolaborasi untuk membentuk networking antar pelaku pariwisata dan unsur pentahelix dalam melakukan identifikasi, mapping potensi dan peluang serta tantangan pariwisata di Kabupaten Kendal.
2. Penyusunan Raperda tentang Riparda dan Perbup pengelolaan pariwisata.
Sampai saat ini Kabupaten Kendal belum memiliki peraturan daerah maupun peraturan kepala daerah yang mengatur tentang pariwisata, dengan penyusunan raperda dan perbup pengelolaan pariwisata diharapkan bisa menjadi pedoman bagi pemerintah daerah dan pelaku pariwisata dalam pengembangan pariwisata di Kabupaten Kendal.
3. Konvergensi pembenahan sarana dan prasana pariwisata
dengan perangkat daerah lain, pemerintah desa dan melalui BKK Dusun. Pembenahan sarana dan sarana yang dilakukan oleh banyak unsur dan banyak sumber dana diharapkan akan mempercepat perbaikan sarana dan prasarana guna menunjang upaya peningkatan kunjungan wisata.
4. Pembuatan sistem informasi potensi dan promosi Pariwisata
Kendal yang terintegrasi dengan memanfaatkan TI berbasis GIS (Geographic Information System) dan Medsos.
Aplikasi berbasis GIS ini harapannya adalah untuk memudahan masyarakat terutama wisatawan untuk mengetahui potensi dan destinasi wisata di Kabupaten Kendal, sekaligus bisa mengetahui posisi objek yang akan
dituju dari posisi wisata berada.
5. Pelaksanaan kegiatan Pemilihan Santri Duta Wisata.
Di Kabupaten Kendal terdapat 150 pondok pesantren dengan jumlah santri yang mencapai 25.648 santri yang berasal dari seluruh wilayah di Indonesia. Ini menjadi aset yang sangat berharga dalam rangka pemasaran pariwisata terutama wisata religi dan kebudayaan yang berbasis religi.
6. Penyelenggaraan Jambore Pokdarwis dan pemberian reward bagi DTW dengan kunjungan wisatawan terbanyak
Jambore Pokdarwis dan pemberian penghargaan bagi DTW dengan kunjungan wisatawan terbanyak dilaksanakan sebagai wujud apresiasi pemerintah daerah sekaligus media pembinaan untuk pengembangan pariwisata berbasis desa.
7. 7. Pelatihan digital marketing;
Pelatihan digital marketing dilaksanakan dalam rangka peningkatan kualitas SDM pariwisata untuk mendukung
promosi dan pemasaran pariwisata dalam menghadapi perkembangan teknologi saat ini yang berbasis teknologi
informasi.