Banyak faktor yang menyebabkan tingginya kejadian stunting pada balita. Faktor langsung yang berhubungan dengan stunting yaitu asupan makanan dan status kesehatan. Faktor tidak langsung yang berhubungan dengan stunting yaitu Pola pengasuhan, pelayanan kesehatan, faktor maternal dan lingkungan rumah tangga.
Pola pengasuhan berhubungan dalam pemberian ASI Eksklusif. Asi memiliki manfaat dalam meningkatkan imunitas anak terhadap penyakit. Asi juga mengandung komponen makro dan mikronutrient yang dibutuhkan oleh bayi. Pengenalan MP-ASI sebelum usia 6 bln meningkatkan resiko tejadinya penyakit infeksi pada bayi.
Faktor maternal yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah nutrisi yang buruk sebelum konsepsi. Nutrisi ibu yang buruk sebelum konsepsi akan menyebabkan bayi BBLR. Bayi BBLR lebih resiko mengalami stunting.
Hasil capaian program gizi di Puskesmas tahun 2020 : angka stunting berdasarkan timbangan serentak bulan Agustus adalah :13,4% , Cakupan IMD 45%, ASI Eksklusif 19,9%, Bayi lahir dengan Berat Badan Lahir Rendah 7,1%, Ibu Hamil dengan anemi sebesar 9,2%, ibu hamil dengan KEK 15,6%.
Dalam rangka percepatan penurunan stunting di wilayah kerja UPTD Puskesmas Patebon II tahun 2022, membuat inovasi kegiatan kerja sama lintas program dan lintas sektor “AYU TING TING” (Ayo Urusi stunTING....itu penTING).
Kegiatan pokok pencegahan stunting yakni dengan melakukan validasi data pengukuran dan penimbangan bayi dan balita yang ada di wilayah kerja UPTD Puskesmas Patebon II.
Adapun rincian kegiatan Ayu Ting Ting ini meliputi :
-Pertemuan Lintas program dan lintas sektor
-Grebeg stunting (validasi data stunting)
-Kelas Ibu Balita
-Kelas Hamil
-Kelas Kader
-Pemberian makanan tambahan pemulihan