BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Strategi global pelayanan kesehatan berfokus pada individu yang terintegrasi guna mewujudkan pelayanan yang lebih komprehensif, responsif dan terjangkau untuk mengatasi beragam kebutuhan kesehatan yang diperlukan masyarakat. Melalui pendekatan ini diharapkan setiap orang memiliki pengetahuan dan dukungan yang dibutuhkan untuk mampu membuat keputusan dan berpartisipasi dalam perawatan kesehatannya. (Kemenkes,2023)
Penguatan pelayanan kesehatan primer penting dilakukan karena fakta yang ada menunjukkan capaian standar pelayanan minimal bidang kesehatan belum semuanya mencapai target yang ditetapkan, beban pembiayaan kesehatan yang masih tinggi, kasus kematian yang terjadi di Indonesia merupakan kasus yang dapat dicegah, serta banyaknya sistem pencatatan dan pelaporan yang masih sulit diakses secara cepat dan akurat. Hal ini menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan primer belum cukup kuat dalam merespon masalah kesehatan di masyarakat.
Setiap individu mempunyai keinginan untuk bisa hidup sehat agar dapat melaksanakan aktifitas secara produktif dan optimal. Tetapi sebagian besar individu masih belum paham bahwa untuk mencapai keinginan untuk hidup sehat diperlukan kebutuhan. Identifikasi terhadap kebutuhan tersebut menjadi tangung jawab puskesmas yang mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kesehatan, menyelenggarakan pelayanan kesehatan primer dan mengoordinasikan pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan/atau paliatif dengan mengutamakan promotif dan preventif. (Permenkes,2019)
Dalam mewujudkan pencapaian Visi Kabupaten Kendal Tahun 2021 - 2026 adalah sebagai berikut :"KENDAL, HANDAL, UNGGUL, MAKMUR DAN BERKEADILAN", maka Puskesmas Plantungan bertanggung jawab dalam mendukung misi ke-dua yaitu Mewujudkan sumber daya manusia yang cerdas, sehat jasmani dan rohani, berbudi pekerti luhur, dan memiliki daya saing dalam rangka menyambut revolusi industri 4.0. (RPJMD KENDAL,2021-2026)
Transformasi Pelayanan Kesehatan Primer menjadi bagian penting dan paling dekat dengan masyarakat. Puskesmas fokus menjaga masyarakat tetap sehat, bukan mengobati masyarakat yang sakit. Dengan kesehatan yang terjaga, maka masyarakat akan memiliki kualitas hidup yang lebih baik. (Kemenkes,2023)
Peran puskesmas sangat penting dalam mencegah permasalahan kesehatan dengan menggerakkan masyarakat dalam menjaga dan mempertahankan kesehatan mereka, serta melakukan pencegahan penyakit melalui deteksi dini atau skrining. Dengan demikian puskesmas menjadi garda terdepan dalam mencegah dan mengurangi beban penyakit di tengah masyarakat. Seluruh puskesmas diharapkan mampu meningkatkan layanan kesehatan yang lebih terkoordinasi, komprehensif, dan berfokus pada kebutuhan masyarakat. (Kemenkes,2023)
Inovasi adalah sebuah ide atau gagasan baru yang diterapkan guna memperbarui sebuah proses yang telah ada sebelumnya (Stephen Robbins, 2012). Oleh karena itu, sebuah organisasi, institusi ataupun perusahaan dituntut untuk selalu menciptakan inovasi supaya berkembang menjadi lebih baik. Terlebih lagi bagi puskesmas yang merupakan organisasi non profit, inovasi sangat diperlukan untuk meningkatkan kepuasan masyarakat.
ESKRIM (Elektronik Skrining Masyarakat) adalah sebuah inovasi skrining kesehatan masyarakat dengan menggunakan formulir elektronik yang digunakan untuk mengumpulkan dan memvalidasi data secara cepat, akurat dan efisien. Formulir ini dapat diakses melalui gadget yang sebagian besar digunakan oleh masyarakat.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan diatas, maka penulis merumuskan pokok permasalahan yaitu bagaimana terlaksananya pencatatan dan pelaporan hasil skrining?
BAB II
PEMECAHAN MASALAH
A. Pengertian
ESKRIM (Elektronik Skrining Masyarakat) adalah sebuah inovasi skrining kesehatan masyarakat dengan menggunakan formulir elektronik yang digunakan untuk mengumpulkan dan memvalidasi data secara cepat, akurat dan efisien. ESKRIM dapat diakses dimanapun oleh tenaga kesehatan dan kader di desa melalui web. ESKRIM berisi 15 skrining antara lain :
1. Anak 4 - 11 Tahun ( SDQ )
2. Anak 11 - 18 Tahun ( Instrument Strengths And Difficulties Questionnaire (SDQ) Usia 11-18 Th )
3. Anak Sekolah Dan Remaja / Kuesioner Skrining Perilaku Merokok Pd Anak Usia Sekolah Dan Remaja
4. Anak Dan Dewasa Merokok ( Formulir Tentang Pengalaman Mengunakan Alkohol, Produk Tembakau Dan Zat Adiktif Lainya Dalam Tiga Bulan Terakhir )
5. Tb Paru/ Skrining Gejala Tb Dan Penyakit Pernapasan Lainnya
6. Perempuan ( Formulir Skrining Kekerasan Pada Perempuan )
7. Jiwa / Self-Reporting Questionnaire-20 (Formulir Screening Kesehatan Jiwa)
8. 40 Tahun Ketas Berhenti Merokok //Kuesioner Puma / Deteksi Dini
9. Gizi/Pengkajian Nutrisi
10. Lansia Kecemasan /Geriatric Depression Scale (Gds-4)
11. Lansia /Short Physical Performance Battery (Sppb)
12. Lansia ( Kuesioner Rapuh / Frailty Syndrome )
13. Lansia / Penilaian Activity Of Daily Living (Adl) Dengan Instrumen Indeks Barthel Modifikasi
14. Lansia / Kuesioner Skrining Lansia Sederhana (Skilas)
15. Skrining Layak Hamil
B. Cara Penggunaan
1. Tenaga kesehatan atau kader klik link skrining sesuai yang dibutuhkan
Gambar 2.1 Gambar 2.2
2. Tenaga kesehatan atau kader mengisi identitas dan pertanyaan di formulir tersebut berdasarkan jawaban dari masyarakat yang diskrining
3. Setelah selesai mengisi identitas dan pertanyaan tenaga kesehatan atau kader mengirim jawaban
Gambar 2.3
4. Setelah mengirim jawaban tenaga kesehatan atau kader bisa melihat skor nilai untuk menentukan intervensi lebih lanjut.
Gambar 2.4 Gambar 2.5
C. Tujuan
1. Formulir elektronik menyediakan cara yang lebih efisien dan ramah lingkungan untuk mengumpulkan, memproses, dan berbagi sejumlah besar data dan jenis informasi lainnya melalui telekomunikasi. dapat mengaksesnya dengan mudah melalui berbagai perangkat seperti laptop dan ponsel pintar, menjadikannya bentuk komunikasi yang praktis dan serbaguna Pengisian Skrining secara digital lebih lebih efisien dan ramah lingkungan
2. Data yang dihasilkan lebih akurat dan konsisiten,
3. Dapat diakses dengan mudah dengan menggunakan berbagai perangkat,
4. Dapat diintegrasikan dengan basis data dan tabel yang dilaksanakan di Puskesmas Plantungan
D. Manfaat
1. Akses jarak jauh dan fleksibilitas: Setiap pengguna yang berwenang dapat mengakses formulir elektronik dengan cepat kapan saja, di mana saja. Fleksibilitas cakupan yang luas ini menghilangkan waktu tunggu dengan menyediakan akses instan ke informasi. Ponsel, media sosial, dan bentuk perangkat elektronik lainnya semuanya berkontribusi pada fleksibilitas akses ini
2. Hemat biaya dan ramah lingkungan: Formulir elektronik seperti yang ditawarkan oleh Eldermark menghemat biaya dengan memangkas biaya pencetakan, distribusi fisik, dan penyimpanan kertas. Karena limbah kertas berkurang secara signifikan, formulir elektronik berbiaya rendah juga berkontribusi pada praktik organisasi yang lebih berkelanjutan
3. Fungsionalitas dan akurasi otomatis: Banyak formulir digital yang memiliki fungsionalitas tambahan seperti pengisian otomatis, validasi data, dan penghitungan harga otomatis pada faktur. Formulir elektronik juga menghilangkan kesalahan manusia dan memastikan data yang dicatat valid dan akurat. Misalnya, sistem daring tidak akan menerima alamat email atau nomor telepon yang tidak valid, sehingga meningkatkan akurasi formulir secara keseluruhan
4. Integrasi alur kerja yang lancar: Anda meningkatkan efisiensi dengan mengintegrasikan formulir elektronik ke dalam alur kerja dengan mudah . Hal ini membuat proses berjalan lancar tanpa mengganggu operasi yang ada.
BAB III
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
A. KESIMPULAN
ESKRIM merupakan sebuah inovasi skrining digital dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi. Selain mudah diakses ESKRIM juga dapat mengumpulkan data secara cepat dan akurat. Dengan adanya inovasi ini dapat meningkatkan cakupan skrining dan menghasilkan data yang lebih akurat., selain itu juga dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat karena kegiatan skrining ini termasuk deteksi dini dari suatu penyakit.
B. REKOMENDASI
Inovasi ini masih bersifat sederhana untuk itu perlu dilakukan penyempurnaan sesuai dengan perkembangan teknologi informasi. Selain itu bisa dimanfaatkan dan dikembangkan oleh instansi lain menjadi lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA
Kementerian Kesehatan.2019.Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43
Tahun 2019 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat.Jakarta
Kementerian Kesehatan.2023. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor
Hk.01.07/Menkes/2015/2023 Tentang Petunjuk Teknis Integrasi
Pelayanan Kesehatan Primer.Jakarta
Robbins, P.Stephen 2012.Perilaku Organisasi. Salemba 4.Jakarta